Untuk bapa yang sangat baik hatinya, terima kasih telah menjadi dirimu. :)
Setelah mendengar sedikit kisah tentang perjalanan hidupmu di masa lalu, melihat potongan kecil kebaikanmu kepadaku juga kepada sesama di sekitarmu, yang baru saja aku rasakan dan lihat, aku bahagia bisa mengenalmu. aku ingin terus mendo'akan bagi kebaikanmu. aku ingin tetap melihatmu terus tersenyum bahagia. aku ingin terus melihatmu membagikan cinta kasih yang tanpa henti kau bagikan. aku ingin terus berada di sekitarmu menjadi saksi atas semua kebaikanmu, hingga aku bisa belajar dan menjadi lebih baik darimu.
Appa (Ayah), bagaimana engkau masih bisa positif thinking, ketika banyak yang berbohong kepadamu? bagaimana engkau masih bisa memberi, ketika banyak yang mereka curi darimu? bagaimana engkau masih bisa tersenyum tanpa beban, ketika banyak yang menipumu?  dan bagaimana semangatmu masih bisa menyala, atas apa yang telah mereka perlakukan terhadapmu dan ketika umurmu yang tak muda lagi? bagaimana pula engkau masih bisa mempercayai mereka yang datang kepadamu untuk bekerja sama atas kebohongan yang telah mereka lakukan kepadamu?
Kepada siapakah engkau berguru appa? apa yang ia ajarkan kepadamu? bisakah engkau juga mengajariku? lalu apa yang menjadi sumber kekuatanmu? kenapa engkau bisa setangguh itu? kepada apakah engkau berpegangan tangan? dan kenapa pula engkau dibodohi mereka? apa karena engkau terlalu baik hati? naif? atau karena engkau memang tak bisa menegaskan kepada mereka bahwa engkau tak mau mereka bodohi lagi?
Appa, nan mothae (aku tidak bisa). Geurokhae mothae (tidak bisa seperti itu). meski aku tak punya pertalian darah denganmu, tapi aku sungguh tak merelakan engkau terus seperti ini. Seperti dibodohi, padahal engkau bukan orang bodoh. appa.!
Kepada kalian yang telah memanfaatkan kebaikan serta menyalahgunakan kebaikan hati appa-ku, apa yang menjadi alasanmu untuk berbuat seperti itu? kenapa engkau tega mencuri darinya, setelah apa yang ia beri kepadamu? apakah engkau seperti hewan yang menggigit tangan tuannya setelah diberi makan? dimanakah nuranimu? kenapa engkau begitu sanggup menipu appa-ku setelah apa yang telah ia lakukan kepadamu? bagaimana bisa engkau berbohong kepadanya, setelah kepercayaan yang ia beri tanpa ragu kepadamu? bagaimana bisa kau beri kepahitan, kekecewaan, dan membuat luka dalam hatunya setelah ia memberimu bahagia? apakah engkau terbuaikan kebahagiaan semu? atau niatmu mengecewakannya memang sudah ada ketika mendengar appa-ku orang yang baik dan mudah tertipu? hanya perlu kalian ingat, bahwa orang yang baik dan yang membahagiakan sesama itu disayangi Yang Maha Penyayang. ketika kalian mengecewakan orang yang disayangi Alah, bukankah Dia yang akan marah kepadamu? apakah engkau sama sekali tidak takut? so now, do what you want to do...!
Kepada-Mu. Yang Maha Penyayang, terima kasih telah menyayangi appa-ku. karena itu aku tahu tanpa aku meminta pun engkau pasti akan bertindak. membalas apa yang telah mereka perbuat terhadap appa-ku.
Entah apa yang ia lakukan di masa lalu, hingga ia bisa seperti ini sekarang, Engkau yang lebih mengetahuinya.
 always hope all the best aja buatmu appa..
:)

dariku. cucumu.
(yang ngaku-ngaku)

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog

Statistik Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

The famous

Termasuk di dalamnya